Perempuan Pengusaha Industri Rumahan

Partisipasi perempuan di bidang ekonomi, khususnya di bidang usaha mikro atau disebut juga industri rumahan (skala rumahtangga),  baik di tingkat nasional maupun kontribusinya bagi pendapatan keluarga, tak perlu diragukan lagi. Meski secara total penduduk, jumlahnya relative masih kecil. “Pelaku usaha atau yang bergerak sebagai `entrepreneur` di Indonesia di bawah dua persen dari total penduduk, sedangkan pelaku usaha wanita masih di bawah 0,1 persen. Jumlahnya masih kecil, namun UMKM perempuan justru lebih tangguh dan terbukti sebagian besar dari mereka bertahan saat dihantam badai krisis 1998 maupun 2009 lalu” (Menteri KPP-PA, 2011).  Hal ini membuktikan, bidang UMKM, khususnya usaha mikro  dapat menjadi pintu masuk perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi Indonesia.

Masih banyak tantangan yang dihadapi perempuan pengusaha. Fenomena “gulung tikar” atau masih labilnya usaha yang dikelola oleh  perempuan pengusaha industri rumahan menjadi indikasi adanya kendala psikososial yang mewarnai perkembangan usahanya. Demikian pula sulitnya usaha untuk berkembang juga menunjukkan masih adanya kendala struktural yang harus dihadapi oleh perempuan pengusaha industri rumahan. Tantangan struktural itu terkait pula dengan masih adanya bias gender dari pelaku usaha maupun dari pelaksana pembangunan sehingga aspirasi dan kebutuhan praktis maupun strategis perempuan pengusaha industri rumahan belum cukup terpenuhi. Program pemberdayaan pengusaha industri rumahan yang ada sejauh ini belum melakukan transfer teknologi yang sensitif gender. Oleh karena itulah program-program pemberdayaan perempuan pengusaha industri rumahan dalam rangka meningkatkan ekonomi rumahtangga masih sangat dibutuhkan untuk dapat mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia di kancah perekonomian nasional.

Tujuan  utama kegiatan Penelitian Pemetaan Psikososial, Tantangan Struktural, dan Isu Gender yang dihadapi Perempuan dalam Industri Rumahtangga, adalah : (1) Memetakan kondisi permasalahan perempuan pengusaha industri rumahan dan kaitannya dengan pendidikan, kesehatan dan pendapatan; (2) Mengkaji kendala psikososial perempuan pengusaha industri rumahan; (3) Mengkaji kendala struktural (akses, kontrol dan partisipasi) perempuan pengusaha industri rumahan dalam pengembangan usahanya, serta isu gender yang menyertainya; dan (4) Merumuskan rekomendasi program pemberdayaan untuk perempuan pengusaha industri rumahan.

This entry was posted in Penelitian and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>