Pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender

Pembangunan pada hakekatnya merupakan proses berkelanjutan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan.  Penjaminan mutu kehidupan secara adil bagi seluruh rakyat, memiliki landasan hukum yang kuat seperti dikemukakan dalam UUD 1945, Undang-undang No. 7 tahun 1984 tentang Ratifikasi CEDAW, Undang-undang No. 23/1992 tentang kesehatan, Undang-undang No.43 tahun 1998 tentang PNS, INPRES No.9/2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG), Undang-undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-undang No.12 tahun 2003 tentang Pemilu, Undang-undang No.23/2004 tentang penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Undang-undang No.25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah No.4/2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerja Sama Pemulihan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga, Undang-undang No.21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan  Peraturan Pemerintah No.8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri No.15/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan PUG di daerah, dan Peraturan Menteri Keuangan No.104/2010 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2010.

Pemerintah Indonesia telah menandatangani beberapa kesepakatan dalam forum internasional berkaitan dengan kesetaraan dan keadilan gender.  Beberapa kesepakatan tersebut diantaranya adalah  Convention on the Political Rights of Women (1952), Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) pada tahun 1979, International Conference on Population and Development (ICPD) di tahun 1994, Beijing Declaration and Platform for Action (BPFA) pada 1995 dan Millenium Development Goals (MDGs) pada tahun 2001.  Dalam pertemuan United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP ) di Bangkok, pada 7 sampai dengan 10 September 2004 yang dihadiri oleh 48 negara anggotanya, diperoleh gambaran bahwa terdapat kemajuan dalam pelaksanaan BPFA yang dicapai negara-negara di kawasan Asia Pasifik.  Hal tersebut meliputi perbaikan atas 12 masalah yang dihadapi oleh perempuan dan anak-anak di berbagai kawasan, yaitu: (1) perempuan dan kemiskinan, (2) pendidikan dan pelatihan bagi perempuan, (3) perempuan dan kesehatan, (4) kekerasan terhadap perempuan, (5) perempuan dan konflik bersenjata, (6) perempuan dan ekonomi, (7) perempuan dalam kedudukan pemegang kekuasaan dan pengambilan keputusan, (8) mekanisme-mekanisme institusional untuk kemajuan perempuan, (9) hak-hak asasi perempuan, (10) perempuan dan media, (11) perempuan dan lingkungan, dan (12) anak-anak perempuan.

Mencermati kondisi di Indonesia, kajian perempuan dan anak hingga gender tetap diikuti oleh Institut Pertanian Bogor, karena pembangunan nasional memang ditujukan untuk seluruh penduduk tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.  Apalagi di dalam kenyataannya, dalam rancang bangun dan pelaksanaan pembangunan  masih terdapat kesenjangan gender.   Data mengenai Indeks tentang Pembangunan Gender Indonesia mulai tahun 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut adalah  sebesar  63,9,  65,1, 65,3 ,dan 66,38 (Pembangunan Berbasis Gender, Kementerian PP&PA  dan  BPS, 2009).  Angka Indeks Pemberdayaan Gender Indonesia mulai tahun 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut adalah sebesar 59,7, 61,3, 61,8, dan 62,27.

Indikasi kesenjangan gender dapat dicermati pada aspek berikut.  Pertama, angka melek huruf  penduduk usia 15 tahun ke atas menurut jenis kelamin dan status ekonomi pada tahun 2007 memperlihatkan bahwa angka melek huruf perempuan lebih rendah daripada laki-laki, yakni sekitar 90 persen pada perempuan berbanding 96,7 persen pada laki-laki.  Di bidang kesehatan demikian juga, angka kematian ibu (AKI) yang disebabkan oleh kehamilan dan persalinan masih sangat tinggi.  Pada tahun 2005, hanya sekitar 77 persen persalinan ditolong oleh tenaga medis dan pada tahun 2009 menjadi sekitar 90 persen. Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia/ SDKI (2003), AKI mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup. Kondisi ini jauh lebih buruk bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.  Menurut Women of Our World 2005 yang diterbitkan oleh Population Reference Bureau (2005), AKI di Indonesia mencapai 230 kematian per 100.000 kelahiran hidup, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari AKI di Vietnam (130), lima kali lipat lebih tinggi dari AKI di Malaysia (41) dan Thailand (44), bahkan tujuh kali lipat lebih tinggi dari AKI di Singapura (30).  Di bidang ketenagakerjaan, kesenjangan gender masih tampak. Sebagai gambaran, pada tahun 2005, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan (50,6 persen) jauh lebih rendah dari laki-laki (86,0 persen). Pada tahun 2009, kesenjangan masih terus terjadi meskipun TPAK perempuan naik mencapai 60 persen.

Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah kebijakan pembangunan belum didasarkan pada telaah komprehensif data dan fakta terkini mengenai kebutuhan gender.  Lebih lanjut RPJMN 2010-2014 menyatakan bahwa kebijakan PUG dalam pembangunan merupakan salah satu pengarusutamaan yang harus dilaksanakan, selain Pengarusutamaan Keberlanjutan dan Pengarusutamaan Good Governance.  Pembangunan yang dilaksanakan sulit mencapai tujuan apabila belum kebijakan pembangunan belum didasarkan pada telaah yang komprehensif tentang kebutuhan seluruh warganya baik laki-laki maupun perempuan. Perumusan kebijakan pembangunan (policy planning) harus didasarkan kepada logika berpikir yang konsisten antara identifikasi permasalahan dan tantangan, sasaran, dan arah kebijakan dalam implementasinya (BAPPENAS 2009). 

Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan kegiatan pelatihan perencanaan dan penganggaran responsif gender bagi kepala sub bagian perencanaan dan pengelola program dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat.

This entry was posted in Artikel and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>