Alasan Memilih IPB Sebagai Pilihan Perguruan Tinggi Negeri

Oleh : Rahmad Fadli (Departemen Agribisnis)

Setiap orang yang Hidup di dunia ini membutuhkan alasan. Hidup di dunia tanpa ada alasan sama dengan menjalani hidup yang sia-sia. Kita sebagai manusia hidup untuk memberikan alasan bukan untuk mencari alasan. Nama saya Rahmad Fadli, saya adalah mahasiswa baru yang diterima di salah satu PTN terbaik di Indonesia yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Agribisnis Saya berasal dari keluarga sederhana, yang menetap di pulau Sumatera tepatnya di Pariaman, Sumatera Barat.

Pertama kali saya memberikan pernyataan kepada teman saya, bahwa saya akan memilih IPB sebagai pilihan pertama dijalur Undangan SNMPTN, dan mereka mempertanyakan mengapa saya memilih IPB sebagai pilihan pertama. Sejak saat itulah saya mempertanyakan hal itu kepada diri saya dan mencoba memberikan alasan yang saya anggap ini bukan suatu kesalahan dan ini adalah pilihan yang tepat. Memang harus diakui bahwa kita hidup bukan untuk memberikan alasan kepada orang lain tapi yang sebenarnya adalah memberikan alasan untuk diri sendiri, dan saya menyadari hal itu.

Saya tahu, saya tak hanya memberikan alasan untuk teman yang mempertanyakan hal itu kepada saya tapi juga memberikan alasan untuk diri sendiri, selain itu juga untuk orang yang terdekat dan menyayangi saya terutama keluarga. Dan inilah salah satu momen yang tepat untuk mengungkapkan alasan itu. Dan alasan saya memilih IPB sebagai sekolah lanjutan di perguruan tinggi adalah :

  1. IPB adalah pilihan saya bukan orang lain atau paksaan dari orang lain. Menurut saya inilah alasan yang tidak bisa dibantah oleh orang lain. Karena jika kita telah mantap dalam menentukan pilihan berarti kita sudah tahu seluk beluk pilihan kita itu. Rugi dan untung dari pilihan itu. Awalnya saya sedikit ragu dengan apa yang saya pilih tapi dengan ada informasi yang saya terima akhirnya saya menetapkan pilihan kepada IPB sebagai pilihan pertama dijalur undangan SNMPTN. Walaupun ini adalah pilihan sendiri dan tanpa konfirmasi orang tua terlebih dahulu, saya direkomendasikan sekolah lewat SNMPTN jalur undangan. Saya pun memberitahukan hal ini, dan akhirnya kedua orang tua dan juga keluarga saya mendukung dengan pilihan saya.
  2. IPB adalah salah satu rahmat yang besar yang diberikan Allah SWT kepada saya. Saya sebagai seorang muslim menyadari itu. Karena dalam Al-Quran surat Arrahman yang tersebar dalam beberapa ayatnya yang artinya “Nikmat Tuhan engkau yang mana lagi yang engkau dustakan” yang merupakan salah satu filsafat hidup yang saya pegang agar saya selalu menjadi hamba yang selalu bersyukur kepada Allah. Kenapa tidak?, Sebelum pengumuman kelulusan jalur undangan SNMPTN, saya sudah diklaim oleh beberapa teman saya dan juga guru saya bahwa saya mempunyai peluang sangat kecil dibandingkan teman-teman saya untuk lulus jalur undangan SNMPTN. Karena faktor yang pertama saya peserta jalur undangan dengan rekomendasi bidik misi yang seharusnya kurang berhak mendapatkan beasiswa kurang mampu. Dan yang kedua meskipun saya adalah salah satu siswa dari kelas unggulan di sekolah saya tapi saya hanya memiliki prestasi akademik yang tidak terlalu mencolok dari teman-teman yang lainnya. Tapi, hasilnya sangat diluar dugaan orang-orang. Alhamdulillah saya lulus jalur undangan ini berkat karunia Allah SWT yang sangat besar kepada saya. Saya tak henti-hentinya mengucap syukur. Dan ternyata itu benar, jika kita yakin pasti itu akan terjadi. Apa yang dikatakan teman-teman saya malah menjadi kebalikannya, dari sekian banyak teman sekelas saya yang ikut jalur undangan malah hanya saya satu-satunya yang lulus jalur undangan ini. Jadi, inilah alasan yang kuat yang membawa saya untuk datang ke IPB dan kuliah dengan sungguh-sungguh untuk membuktikan dan memberikan yang terbaik juga untuk mensyukuri apa yang telah saya dapat.
  3. Alasan saya yang selanjutnya adalah keluarga. Saya tahu kondisi orang tua saya tidak terlalu baik untuk urusan ekonomi apalagi bulan ini orang tua saya harus pensiun, beliau harus menguliahkan dua orang saudara saya di PTN yang berada di Padang dan mungkin selanjutnya harus menguliahkan saya di luar Pulau Sumatera yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Memang pilihan saya sangat berbeda dibandingkan saudara saya yang lain, tapi ini adalah pilihan yang harus diperjuangkan. Karena menurut saya kapan lagi kita bisa maju dan mengubah nasib. Keluarga saya adalah keluarga guru, tapi saya malah memilih jurusan yang berbeda. Awalnya saya sangka orang tua saya akan menentang hal ini, tapi hal itu tidak terjadi malah beliau dan saudara saya mendukung saya untuk bisa berkuliah di luar Sumatera. Walau dengan usaha ekstra keras untuk mengusahakan saya bisa masuk ke IPB. Dan hal inilah yang membuat saya semakin yakin dan tidak menyia-nyiakan apa yang ada. Tak semua orang beruntung mendapatkan IPB dan juga mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.
  4. Alasan terakhir saya adalah karena IPB tak perlu dipertanyakan lagi. Semua orang tahu itu. Sebagaimana yang diungkap oleh Bapak Bayu bahwa IPB itu keren. Mungkin saya tak perlu mengulang apa yang menjadikan alasan dari kakak senior yang pernah mengungkapkan itu. Karena alasan yang diungkapkannya itu juga merupakan alasan saya. Dan saya tahu semua alasan ini adalah benar dan saya takkan pernah salah dengan apa yang menjadi pilihan saya.
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>