PROFIL ANAK KABUPATEN BOGOR 2016

Penandatanganan deklarasi World Fit for Children (WFC) dalam Sidang Umum PBB ke-27 memperlihatkan komitmen Indonesia terhadap perlindungan anak untuk menciptakan dunia yang layak bagi anak. Bila ditengok dari sejarah, komitmen dunia terhadap perlindungan anak sudah dimulai sejak tahun 1924. Di indonesia sendiri, regulasi tentang pemenuhan hak anak telah mengalami berbagai perubahan mulai dari UU Nomor 23/2002 dan sekarang menjadi Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Nomor 17 Tahun 2016. Untuk dapat menyelenggarakan upaya perlindungan anak secara optimal maka daerah memerlukan data yang memadai.

Data anak adalah data kondisi tentang anak perempuan dan laki-laki yang dibawah usia 18 (delapan belas) tahun, yang terpilah menurut aktegori umur yang terdiri dari 0-1 tahun, 2-3 tahun, 4-6 tahun, 7-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-18 tahun. Penyelenggaraan data anak khususnya, ditujukan untuk meningkatkan komitmen pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam penggunaan data anak dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah; meningkatkan efektivitas penyelenggaraan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) di daerah secara sistematis, komprehensif, dan berkesinambungan; dan meningkatkan ketersediaan data anak.

Tujuan penyusunan Profil Anak Kabupaten Bogor ini yaitu: (1) menyediakan data anak terpilah jenis kelamin sebagai gambaran dan informasi tentang kondisi anak-anak di Kabupaten Bogor yang diamati dari pemenuhan hak anak berdasarkan lima klaster, yaitu: (a) hak sipil dan kebebasan; (b) hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; (c) hak kesehatan dasar dan kesejahteraan; (d) hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; dan (e) hak perlindungan khusus; dan (2) menyajikan hasil analisis indeks pemenuhan hak anak di masing-masing klaster di setiap kecamatan di Kabupaten Bogor. sumber data yang digunakan dalam penyusunan Profil Anak Kabupaten Bogor Tahun 2016 mencakup: (1) berbagai macam data sekunder dari SKPD/lembaga terkait di Kabupaten Bogor untuk menyajikan data anak; dan (2) data primer melalui pelaporan diri sejumlah anak yang dipilih secara sengaja di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor untuk menyajikan indeks pemenuhan hak anak di masing-masing klaster hak anak.

This entry was posted in Agenda. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>